Senin, 06 Agustus 2012

♥ Aku Jatuh Cinta ♥


Aku tidak tahu sejak kapan aku merasakan ini. Sebuah perasaan yang memercikkan getar-getar yang begitu dahsyatnya, meletup-letup dan bergemuruh di dalam hatiku. Aku mencoba mengingatnya, ahh aku benar-benar lupa.

Setiap aku tiba di tempat ini, kakiku ingin segera bergegas masuk dan jantungku berdegup kencang .Aku merasa ada sebuah cahaya yang terpancar dari wajahku. Ada sebuah kebahagiaan yang mengelayut di dalam diriku.

Aku mencoba menganalisis perasaan macam apakah ini hingga membuatku enggan makan, tidur,dan beraktivitas lainnya ketika aku memikirkannya.

ya...
Tidak salah

Tempat ini telah berhasil membuatku jatuh cinta berkali-kali. Setiap aku melangkahkan kakiku ke dalam tempat ini, aroma khas lembaran kertas menyeruak dan menajamkan indera penciumanku. Dia membuat indera penglihatanku menjadi lapar mata seketika. Mulutku berkomat-kamit membaca sederet huruf-huruf yang berjajar manis di sebuah rak. Dahsyat, aku ingin merengkuh semuanya. Namun mustahil!! aku hanya memiliki 2 tangan dan jelas aku tak mampu.

Tak pernah ada perasaan kecewa, sakit atau sedih setiap memasuki tempat ini. Aku juga tidak tahu bagaimana dulu aku bisa terdampar di tempat ini dan dia berhasil membuatku benar-benar merasakan cinta. tempat ini seperti mengandung magnet rindu yang membuatku ingin kembali, kembali dan kembali.



Toko Buku..
tempat inilah yang membuatku jatuh cinta
menurutku, ini adalah tempat yang paling romantis karena aku merasa dikelilingi para pujangga yang mengajakku masuk ke dalamnya, aku diajak berdansa di atas lantai kata-kata, aku diajak berdiskusi dengan para suhu dan aku diajak bercumbu dengan berbagai ilmu.




Jumat, 03 Agustus 2012

Kamu Suka Dongeng?

Selamat hari Sabtu teman-teman...^^
I love saturday !! <3

Bagaimana tidurmu semalam? apakah nyenyak? Ah, kalau saya semalam benar-benar pulas, sampai melewatkan waktu sahur (lagi).




Hmm apakah kalian suka berdongeng atau mendengarkan dongeng?
Meskipun usia saya sudah menginjak (hmm... hitung jari) *ah, abaikan :P
Saya masih suka dengan dongeng lho. Sedari kecil, ayah saya suka berdongeng sebelum anaknya tidur. Mulai dari dongeng fabel sampai misteri (lebih baik dihindari). Saya ingat, dulu ayah suka berdongeng tentang asal-usul sebuah kota atau asal-usul suara hewan. Entah itu benar-benar cerita nyata atau hanya karangan ayah saja sebagai pengantar tidur anak-anaknya.

Dewasa ini, dongeng orang tua kepada anak sudah jarang ditemui. Padahal sekarang, banyak orang tua yang menghabiskan waktunya di tempat kerja. lebih miris lagi, anak masih atau sudah terlelap ketika orang tua mereka berada di rumah. Bisa dibayangkan berapa banyak waktu yang tercurah untuk anak? padahal hak anak adalah mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Tidak ada salahnya bagi orang tua untuk menyempatkan waktu berdongeng sebelum anak pergi tidur atau di saat waktu luang. Percayalah, berdongeng akan membangkitkan kedekatan emosional antara anak dan orang tua. Mereka akan merasa diperhatikan dan melatih kerja otak kiri mereka karena mereka akan berpikir dan membayangkan tokoh yang diceritakan orang tua. Selain itu, dongeng yang diceritakan orang tua di masa pertumbuhan anak akan mudah diingat si anak sampai dia dewasa. Maka sebaiknya dongengkan hal-hal positif kepada anak dan sisipkan pelajaran moral untuk si anak.

Itu terjadi pada saya, ada sebuah dongeng yang diceritakan ayah yang masih saya ingat sampai sekarang. Judulnya adalah asal-usul Kota Kebumen (kampung halaman kami). Saya akan menceritakan sedikit untuk kalian..

Malam itu, saya bertanya kepada ayah tentang asal-usul kota kebumen, kota kelahiran ayah. Dan ayahpun bercerita bahwa dulu ada seorang anak laki-laki yang sangat malas. Dia tidak pernah mau menuruti perintah orang tuanya. Bahkan untuk belajarpun dia enggan. Suatu hari ibunya menyuruh anak laki-laki itu membantu mengambil kayu bakar. namun dia tidak mengubris perintah ibunya. Dia justru melanjutkan ritual tidurnya. berulang kali ibunya memanggil dan menyuruhnya, namun berulang kali juga dia tidak mengubris. Akhirnya si ibu naik pitam dan mengatakan kepada sang anak : dasar kebo!! tidur terus!! pemalas!!
dan sang anak justru menjawab : " kebo? Mennn (red : Kebo? biarain)
lama-lama kata kebomen itu sering diucapkan dan berubah menjadi kebumen.

Saya tidak tahu pasti, apakah itu cerita sesungguhnya atau hanya karangan ayah saja. Yang saya tahu bahwa ayah mengatakan : jangan jadi anak pemalas, seorang anak itu harus patuh pada perintah orang tuanya.
meskipun sekarang saya tahu cerita itu jelas karangan ayah saja, namun cerita dan pelajaran moralnya masih melekat dalam ingatan saya.


Jadi, tidak ada salahnya kan membiasakan berdongeng kepada anak? :D



Kamis, 02 Agustus 2012

Awesome day :D

Pernahkah kalian bermimpi kemudian kalian berjuang mewujudkannya?
Pernahkah kalian bermimpi namun mimpi kalian ditentang banyak orang ?
Pernahkah kalian bermimpi kemudian gagal mewujudkan?
Pernahkah kalian bermimpi kemudian terwujud?

Pernahkah kalian mengalami itu semua?
Yes, I have...

Hari ini , saya senang sekali karena satu mimpi saya terwujud. You know what? yes!! I am being part of Indonesia Mengajar!!! :D

Setelah melewati masa-masa berat, dari dilarang beberapa orang khususnya orang tua sampai saya mencoba untuk kedua kalinya dan akhirnya lolos tahap satu mengalahkan beribu-ribu sarjana-sarjana yang luar biasa. Kemudian lolos tahap 2 mengalahkan ratusan sarjana-sarjana yang lebih luar biasa. Perasaan saat itu campur aduk antara optimis dan pesimis, Optimis karena saya sudah melakukan yang terbaik, pesimis karena saingannya benar-benar membuat saya speechless dan minder.

tapi Tuhan berkata lain, saya masih diijinkan lolos tahap 3 dan menjadi calon pengajar muda. Perasaan saat ini tambah campur aduk antara bahagia, senang dan terharu. Mimpi saya terwujud. Meskipun masih saja banyak orang yang tidak habis pikir atas keinginan saya ini namun saya tidak peduli, mereka adalah penonton sedangkan saya adalah pemain yang akan menjalankan segalanya. Setidaknya sekarang keluarga saya mendukung sepenuhnya dan bangga atas pencapaian kecil saya ini. yeah!! saya akan menjadi salah satu anak muda yang berani mengabdi di pelosok negeri ini untuk menyebarkan inspirasi ke generasi bangsa.
Semoga saya bisa kuat mengemban amanah yang luar biasa ini dan menginsiprasi bagi banyak orang.
Aamiin :)

Selasa, 24 Juli 2012

Pergeseran Kertas

Mulailah mencintai buku. Selagi kamu masih bisa membaca sambil mencium wangi kertas. Sebelum semua buku beraroma Layar LCD

Sebuah tweet yang sengaja saya copy-paste dari salah satu penulis yang cukup terkenal dan memiliki banyak follower shitlicious-

Bagi saya, ada euforia tersendiri ketika membeli sebuah buku. Rasanya ingin segera membuka plastik yang membungkus buku, begitu membukanya wangi khas kertas langsung tercium dan merangsang otak untuk segera membuka selembar demi selembar. Kemudian membuat saya ingin segera melahap habis isi buku.
apa kalian juga merasakan euforia yang sama?

Dewasa ini, penggunaan kertas menjadi sorotan masyarakat khususnya bagi para aktivis lingkungan hidup. Kita dianjurkan menghemat penggunaan kertas karena secara tidak langsung dapat mengurangi dampak global warming. Sebuah fakta mengatakan bahwa untuk membuat 1 kilogram kertas dibutuhkan 3 kilogram kayu. Berbagai jurus penghematan kertas mulai digencarkan, mulai dari penggunaan kertas reuse khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi sampai dengan memanfaatkan teknologi komputer. Saya pernah berbincang dengan seorang teman yang bekerja di sebuah media bahwa sekarang surat kabar juga mulai mengalami pergeseran menjadi surat kabar digital dimana bisa dengan mudah diunduh menggunakan gadget. Begitu juga penulis sekarang sudah banyak mengeluarkan e-book untuk karyanya. 

Pernahkah terbayang oleh teman-teman ketika buku itu tidak lagi menggunakan lembaran-lembaran kertas? Semua serba menggunakan e-book. lalu bagaimana nasib teman-teman kita yang berada di daerah yang belum terjangkau adanya sinyal internet? atau bahkan belum terjangkau listrik sehingga tidak ada namanya komputer. 

Lalu bayangkan, kelak masih adakah seperti ini?








Menurut saya, memang perlu dilakukan penghematan penggunaan kertas namun tidak harus mengganti buku kertas menjadi e-book karena buku yang menggunakan kertas itu akan lebih mudah dibawa dan jauh lebih fleksibel di berbagai situasi. Buku kertas juga bisa menjadi sebuah simbol historis nyata bagi manusia. Mengenai kerusakan lingkungan harusnya dilakukan tebang tanam, selama ini yang dilakukan hanya menebang namun tidak menanam kembali. Tindakan seperti itulah yang memicu hutan menjadi gundul dan akibatnya memicu global warming. 

Ayo!!! alangkah baiknya kita bijak memelihara alam agar tidak mengakibatkan dampak buruk berbagai sektor karena alam adalah tempat kita berpijak , bernafas dan bergerak.


Senin, 23 Juli 2012

[IM-HAN] Pohon Mimpi Anak Indonesia


Halo Anak Indonesia....!!!

Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak Indonesia. Tetaplah menjadi anak Indonesia yang hebat, yang berani bermimpi dan meraih mimpi kalian.
Apakah kalian memiliki mimpi atau sebuah cita-cita?
Sebelum kalian bercerita, kakak akan bercerita dahulu tentang masa kecil kakak yang menyenangkan. Pada saat umur 5 tahun, kakak di sekolahkan di kelas “nol kecil” taman kanak-kanak. Saat itu kakak takut sekali saat masuk sekolah sehingga harus selalu ditemani ibu. Kakak tidak berani berangkat dan berada di sekolah sendiri, padahal di sekolah kakak mempunyai banyak guru dan teman-teman. Pernah suatu hari, ayah dan ibu tidak bisa menemani kakak sekolah. Saat itu ayah dan ibu harus berangkat kerja lebih awal, kakak menangis dan memutuskan tidak berangkat sekolah. Kemudian ibu menasihati kakak  bahwa kakak sudah besar dan harus berani melakukan sendiri termasuk ke sekolah sendiri. Akhirnya dengan rasa takut, kakak memberanikan diri untuk berkenalan dengan teman-teman ternyata teman-teman sangat baik dan mau berteman dengan kakak. Merek semua ramah. Kakak sering belajar bersama dengan teman-teman, karena termasuk murid yang rajin maka kakak langsung masuk kelas satu tanpa harus duduk di kelas “nol besar”.
Saat duduk di kelas satu, kakak merasa tidak bisa mengerjakan soal matematika. Soalnya seputar penambahan dan pengurangan, bagi kakak itu sangat sulit sekali. Rasanya sudah memutar otak untuk menyelesaikan soal matematika itu namun tetap saja mendapat nilai jelek. Karena sering mendapat nilai jelek di kelas dan teman-teman suka meledek kakak. Saat itu rasanya malu dan ingin menangis. Lagi-lagi ibu menasihati kakak agar tidak mudah menyerah. Nilai bagus itu bisa diperoleh dengan rajin belajar. Setiap malam kakak belajar dengan harapan bisa menyelesaikan soal matematika yang sulit. Tapi lagi-lagi kakak tidak berhasil dan nilainya masih tetap jelek. Kakak menangis dan tidak mau berangkat sekolah karena malu sama teman-teman.
Ibu terus menasihati dan memberi semangat untuk terus rajin belajar apalagi mendekati ujian kenaikan kelas. Kakak belajar lebih tekun dan tidak menyerah karena takut tidak naik kelas. Akhirnya pembagian raport tiba dan kakak dinyatakan naik ke kelas dua dengan peringkat 10.
Saat duduk di kelas dua inilah kakak berjanji untuk lebih rajin belajar dan mengurangi waktu bermain. Setiap malam kakak belajar, entah saat ada PR atau tidak. Kakak rajin membaca dan sesekali bermain tebak-tebakan dengan teman seputar pelajaran. Kakak tidak suka menyontek saat mengerjakan ujian karena kakak percaya dengan kemampuan diri sendiri. Di kelas dua inilah, kakak menunjukkan prestasi yang meningkat. Dari peringkat 10 menjadi peringkat 2.
Kakak masih mempunyai mimpi untuk bisa mendapatkan peringkat pertama. Kakak terus belajar dan rajin membaca hingga di kenaikan kelas 3, kakak bisa menyabet peringkat 1 dan mendapatkan hadiah peralatan sekolah dari kepala sekolah. Senang sekali rasanya bisa membuat bangga Ayah dan Ibu.
Cita-cita kakak selanjutnya adalah bisa masuk ke SMP dan SMA favorit di kota kakak. Rajin belajar dan berdoa adalah kunci menuju keberhasilan kakak. Akhirnya cita-cita kakak tercapai yaitu bisa sekolah di sekolah favorit. Kakak lagi-lagi bisa membuat bangga Ayah dan Ibu.
Sejak kecil, kakak tidak pernah berhenti bermimpi dan selalu berusaha mewujudkannya. Itu sedikit cerita kakak, tapi apakah kalian tahu bagaimana kakak bisa mewujudkan mimpi-mimpi kakak?
Iya benar, selain rajin belajar dan berdoa kakak juga punya satu rahasia. Kali ini kakak akan membagi ramuan rahasia itu untuk semua anak indonesia agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.
Ramuan rahasianya adalah dengan membuat pohon mimpi. Bagaimana caranya? Kalian ingin tahu? Ayo!! Kakak akan membantu kalian membuat pohon mimpi dan mewujudkan menjadi nyata. Berikut ini caranya :
1)      Langkah pertama :  siapkan alat tulis dan kertas (bisa kertas gambar ataupun kertas bergaris). Sebaiknya alat tulisnya yang berwarna agar terlihat cantik. Kalau kalian memiliki majalah bergambar yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan. Jangan lupa siapkan lem kertas untuk menempel gambar.
2)      Langkah kedua : tulis segala mimpi-mimpi kalian di secarik kertas. Misal : saya ingin rangking 1 atau saya ingin menjadi dokter. Tulis dengan tulisan yang besar dan semenarik mungkin. Cari gambar di majalah yang menggambarkan cita-cita kalian misal kalian ingin menjadi dokter maka cari gambar dokter kemudian tempelkan di samping tulisan kalian.
3)      Langkah ketiga : Setelah kalian menulis mimpi-mimpi kalian, tempelkan kertas di tempat yang mudah terlihat atau gantung di tempat yang mudah terlihat. Misal : kakak selalu menempatkan pohon  mimpi tepat di depan tempat tidur agar begitu bangun tidur, kakak selalu membaca mimpi-mimpi kakak dan ada semangat untuk mewujudkannya.
4)      Langkah keempat : Ayo berusaha untuk mewujudkannya dan jangan lupa berdoa ya. Oh iya, ceritakan mimpi-mimpi kalian kepada ayah, ibu atau kakak agar mereka bisa memotivasi dan membantu kalian mewujudkannya.
Itulah rahasia kakak agar berhasil mewujudkan mimpi-mimpi kakak. Kalian jangan pernah takut bermimpi ya. Tuliskan mimpi-mimpi kalian sebanyak mungkin di pohon mimpi dan ayo wujudkan. Anak Indonesia yang hebat tidak akan mudah menyerah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.
Bersemangat selalu wahai anak-anak Indonesia yang hebat J






-          Rakhmawati Agustina -