"Haus dan selalu merasa
dehidrasi"
Begitulah yang saya rasakan ketika
satu demi satu mimpi terwujud. Rasanya ketika satu mimpi terwujud akan ada seribu
mimpi yang menantang untuk diwujudkan. So
tired but its paid off and make me to say
alhamdulillah.
Seperti mimpi melanjutkan
sekolah lagi. Sebenarnya mimpi ini sudah terwujud tahun 2012 ketika saya menjadi penerima beasiswa
dikti calon dosen dan bisa melanjutkan di salah satu universitas favorit di
Indonesia. Namun saya harus melepaskan bersamaan diterima menjadi pengajar muda
di gerakan Indonesia Mengajar (IM). Bergabung di IM juga menjadi salah satu
mimpi saya di tahun 2011 namun gagal diwujudkan karena tidak lolos di tahap
administrasi. Kemudian di tahun 2012, saya memberanikan diri mendaftar kembali
dan pembukaan selanjutnya saya dinyatakan lolos.
Ketika pilihan diambil dengan keyakinan
maka tidak akan ada keraguan dan penyesalan dalam menjalaninya. Justru banyak
hal tidak terduga yang saya dapatkan salah satunya jodoh :D
One more I have to say Alhamdulillah
Melepas Beasiswa DIKTI lantas tidak
menyurutkan saya untuk mencoba beasiswa lagi namun rupanya mulai tahun 2014,
DIKTI hanya memperbolehkan calon dosen yang sudah memiliki pengalaman mengajar
di Universitas yang bisa mendaftar beasiswa. Berhenti? Tidak. Hanya tertunda.
Di tahun 2015, saya kembali
mencoba beasiswa yang sedang ramai diperbincangkan yaitu LPDP. Rencananya saya
akan mengikuti periode kedua di Bulan April namun nilai TOEFL belum mencukupi
kemudian diundur ke periode berikutnya. Meskipun belum memenuhi namun saya
tetap optimis dengan mendaftar online terlebih dahulu, menyusun esai dan upload
dokumen seadanya, bahkan mengurus SKCK dan Surat Keterangan Sehat yang sudah
saya penuhi sejak Bulan Maret karena saya sangat yakin apa yang saya lakukan
tidak akan sia-sia. Sebagai informasi mulai periode ketiga 2015, LPDP memiliki
kebijakan baru salah satunya bagi pendaftar harus melampirkan SKCK dan surat
keterangan sehat.