Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2013

Kutub yang Usang

Malam ini aku memilih menyusuri jalan membelah kegelapan.
Hanya berteman bulan purnama yang berwajah sendu. Kami beradu. Gelap sedang singgah di desaku. Tidak ada cahaya yang memancar kecuali dari pelita sederhana yang cahayanya terselip diantara dinding kayu. Beberapa orang memilih duduk di depan rumah untuk sekedar menikmati semilir angin. Mereka seolah bayangan, sekelebat hitam. Aku sedang menikmati kesendirian menapak asa. Kini rumah itu tidak lagi menjadi magnet, kutubnya sudah usang dan minta diasah atau bahkan diganti baru. Ketakutan menyelemur membasuh rumah sederhana itu. Ingin aku menghentikan langkah dan tetap terpaku di tengah jalan bermandikan cahaya malam. Namun kesenduan sang bulan seolah-olah memintaku untuk tetap melangkah dan berlindung di rumah itu. Melambatkan langkah lantas tidak akan melambatkan laju waktu. Waktu tetaplah waktu yang seakan memiliki kaki untuk terus berjalan. Hati meronta, rumit seperti benang kusut yang tak lagi runtut. Sepercik cahaya melambai-lambai menyambut langkahku, kakiku kaku dan beku. Percuma meronta, karena ini adalah sebuah realita. Pilihannya membangun asa atau aku akan tersembab dalam luka. Kuhembuskan nafas dan kutata hati. Riuhnya sudah terdengar dari ujung jalan. Dekat dan semakin dekat. Pintu terbuka lebar, aku kembali memasuki kutub usang dan kurelakan melepas kenikmatan kesunyian membelah kegelapan.

Senin, 26 September 2011

House of Heaven :)

Gadis kecil itu hanya duduk di pinggir halaman sekolahnya. Tidak seperti biasanya, Perasaannya sedang gundah gulana. entah apa yang dipikirkan. wajah mungilnya tertunduk lesu. Tak ada teman menghibur dirinya.
Ternyata dia sedang kesal
 sangat kesal ...
Dia hanya bergumam
" kenapa aku tidak seperti mereka?"
Dilihatnya  teman-temannya yang sedang bermain lompat tali di halaman sekolah yang nampak gembira kemudian dia berlalu

*********
Malam ini terasa sangat sunyi, gadis kecil itu keluar dari kamar dan duduk disamping bapak dan ibunya di ruang yang berukuran 3x4 meter.
Wajahnya masih bersungut.
" kamu kenapa anita?kok wajahnya seprti itu?" tanya ibu
" kamu sedang kesal?"

Anita hanya diam